Selamat Datang di Area Budaya Merdeka, Semoga Bermanfaat dan Jangan Bosan Untuk Berkunjung. Salam Budaya Merdeka!!
Showing posts with label artikel. Show all posts
Showing posts with label artikel. Show all posts

Tuesday, 8 July 2014

Cerdas Cadas Fans dan Pilpres


          Sore ini saya dikejutkan oleh tulisan Iwan Fals melalui akun facebooknya menulis demikian “Jika pilih capres nomor urut 1 silakan like status ini!” beberapa saat kemudian beliau menulis “Jika pilih capres nomor urut 2  silakan like status ini!lalu pada kotak komentar muncul berbagai reaksi para fans beliau di kotak komentar yang beraneka ragam, mulai dari sorakan untuk salah satu capres, bang Iwan tidak netral dan lain-lain.

            Sejak dahulu Iwan Fals memang di kenal menjadi sosok yang sangat netral dalam bidang politik, beliau hanya menyuarakan suara rakyat untuk siapa saja yang memimpin negara ini. Lalu saya kaget kenapa seorang Iwan Fals bisa menulis demikian hingga membuat para fans bergejolak. Setelah saya buka dindingnya dan membaca status facebook sebelumnya saya tahu bahwa beliau ingin mengadakan survey kecil dengan para fans yang menjadi target. Beliau menulis “Selamat sore. Sudah siap nyoblos besok? Iseng-iseng kita latihan dulu disini pake jempol (like). Caranya, setelah ini saya akan post 2 status tentang pilihan calon presiden, like di status sesuai dengan pilihan kalian. Mulai ya!
                Dari hal di atas muncul sikap skeptis saya menjelang pilpres 9 juli nanti. Hal ini muncul karena dua hal di atas menunjukkan bahwa banyak orang belum mampu menganalisa siapa pemimpin yang sesuai hati nurani, terlihat jelas bagaimana mereka langsung menghakimi tanpa mencari tahu lebih dahulu. Sikap fanatik yang mereka munculkan adalah fanatik yang sangat berlebihan terhadap salah satu pihak yang dianggap benar versi mereka.
                Lain lagi dengan JRX salah satu personil Superman Is Dead, beberapa bulan atau minggu yang lalu ia membuat heboh para fans dengan menulis di akun Facebook dan Twitter bahkan Instagram tentang perlawanan yang ia lakukan untuk menggagalkan Reklamasi Teluk Benoa yang mengancam masyarakat Bali dan yang lebih penting menyuarakan tentang keutuhan Negara ini, dengan alasan, bukti, dan data yang ia miliki ia mulai menyuarakan agar banyak orang tidak salah pilih. Reaksi dari para Fans pun beraneka ragam, pujian, kecaman, hingga ancaman. Namun hal itu tidak membuat ia takut, bahkan ia siap kehilangan seluruh fans yang berjumlah lima ratus ribu lebih. Tak sedikit dari komentar para fans yang ia jawab langsung guna memperjelas tujuannya. Dan akhirnya beberapa hari yang lalu ia memutuskan bahwa ia memihak salah satu capres dengan alasan yang dapat kita baca pada note facebooknya pribadinya dan ini menjadi hal yang kontroversial di antara para fans dan sikap jantannya terhadap kepeduliannya terhadap Indonesia.
                Dan masih banyak artis lainnya yang juga merasakan hal yang sama. Nah, Dari dua hal di atas, saya merasa sedikit ragu akan pilpres yang dilakukan esok hari. Dengan sikap fanatik yang berlebihan seperti itu benarkah banyak orang telah mengenal Siapa  dan seperti apa yang mereka dukung, bagaimana track record mereka, siapa yang berada di belakang mereka. Sikap fanatik berlebihan dari pendukung kedua belah pihak yang menjadi berbahaya bagi stabilitas negara ini. Di media sosial saja kita bisa melihat bagaimana reaksi para pendukung kedua capres-cawapres ini menghalalkan segala cara, bahkan hingga isu SARA pun menjadi bahan menjatuhkan dukungan lawan dan apapun yang terjadi, pilihan mereka benar yang lain tidak. Hal ini yang akan menjadi ancaman besar bagi keutuhan negara kita yang terdiri dari berbagai Suku, Agama, Ras, dan Golongan.
                Besok pagi kita akan menentukan siapa yang akan memimpin negara kita 5 tahun mendatang, pemimpin yang akan menentukan arah negara ini. Tinggal beberapa jam lagi hati nurani kita menentukan yang di anggap benar. Dan masih ada beberapa jam lagi kita masih bisa mencari referensi mengenai kedua calon capres-cawapres kita. Satu hal yang harus di catat kita harus mencari tau dari sumber-sumber yang kita anggap saat ini netral, masih cukup banyak media online yang masih netral tanpa pengaruh politik dari beberapa pihak.
                Mari kita buat pemilu esok hari menjadi damai, jadilah pemilih cerdas, jangan kita buat pemilu esok hari menjadi batu pemecah persahabatan indah kita yang harusnya terus kita lestarikan, budaya persatuan kita jangan kita tinggalkan. Kita buat pemilu esok hari menjadi ajang pesta kita yang meriah dan damai. Dan yang pasti jangan sampai kita golput agar suara kita tidak dipergunakan orang yang tidak bertanggung jawab. Dan jadilah orang yang peduli terhadap bangsa ini dengan cerdas.
Apapun pilihan anda, sefanatik apapun anda, tetap harus menjaga semboyan negara kita “BHINEKA TUNGGAL IKA”.

Kita istimewa karena kita berbeda
Salam Budaya Merdeka.

Thursday, 19 December 2013

Budaya Gotong Royong




            Beberapa minggu yang lalu, saya bersama teman-teman sempat berdiskusi tentang keadaan negara kita yang saat ini mulai “kurang” dicintai, bahkan mulai terlupakan. Salah satu teman saya bertanya kepada saya, “apa yang kamu banggakan dari indonesia?” dengan tegas saya mengatakan “saya bangga dengan Budaya Indonesia”. Kenapa demikian karena budaya kita yang mendewasakan kita dan negara ini, yang membawa negara ini pada kemerdekaan yang dirindukan pada zaman dahulu hingga akhirnya kita bisa benar-benar merdeka dari bangsa yang menjajah kita.
              saat ini budaya kita perlahan luntur dan mulai sirna, bahkan banyak orang yang mulai malu menjadi anak Indonesia. Saat ini negara kita berada pada ujung kehancuran dan sedikit lagi orang yang peduli dan memikirkan hal ini, terutama generasi muda kita. Kenapa demikian, hal ini tidak terlepas pada peran budaya asing yang mulai masuk dan menjajah budaya kita dari berbagai macam media.
            Sekarang saya mengajak kita untuk membahas permasalahan SARA, berbagai isu menyangkut SARA bukan hal baru bagi kita, keegoisan orang/kelompok yang memaksakan ideologinya untuk diterima dan digunakan membuat berbagai macam gejolak, pro dan kontra menghiasi ranah keharmonisan kita di negara ini. Munculnya ideologi baru ini yang merusak citra negara kita yang selama ini menjadi wadah pemersatu kita.
            Ketidak harmonisan bangsa ini saat ini di sebabkan karena tidak ada lagi rasa semangat persatuan kita untuk kekuatan bangsa ini, dan bahkan sudah mulai di hancurkan tanpa kita sadari. Kembali lagi ke budaya, peran penting budaya dari bersatunya NKRI ini adalah karena budaya kita mengajarkan kita tentang sikap gotong royong, sikap yang mengajak bangsa ini untuk bersama-sama mengatasi setiap masalah, sikap berbagi satu sama lainnya atau kata lainnya sikap kekeluargaan. Budaya yang satu inilah yang saat ini benar-benar minim dan bahkan sulit untuk di jumpai saat ini, karena sikap dan karakter individualisme yang hanya mencari kebutuhan dan keuntungan pribadi saja. Kemajuan teknologi dan kemudahan hidup menjadi salah satu yang berperan dalam perubahan budaya ini, merasa mampu sendiri dan tak lagi memerlukan orang lain. Hal ini dapat di buktikan secara kasat mata dengan dua tempat, yaitu KOTA dan DESA. Kedua tempat ini pasti sudah pernah kita kunjungi, daerah perkotaan dengan ciri khas tembok pembatas rumah yang menjulang tinggi, takut kemalingan dan kehilangan harta benda mereka, sedangkan daerah pedesaan dengan hanya rumput yang memisahkan rumah satu dengan yang lainnya, dan di tempat ini juga kita dapat menemukan sikap gotong royong yang masih di jaga agar tetap lestari, kedamaian di dua tempat ini juga jelas terlihat dengan kasat mata.
            Hanya saja saat ini daerah pedesaan yang asri perlahan namun pasti, mulai rusak dengan masuknya kemajuan teknologi. Kurangnya perhatian masyarakat dan pemerintah dalam memfilter hal ini yang menyebabkan rusaknya budaya lokal termasuk budaya gotong royong yang selama ini di jaga agar tetap lestari.
            Hal inilah yang perlu menjadi perhatian khusus dari kita, sikap gotong royong sudah jelas terbukti telah sukses menjadi salah satu sikap yang membawa kita ke kemerdekaan negara ini, yang dapat menyatukan NKRI dengan sejuta perbedaannya. Sikap gotong royong juga yang menjadi pemacu semangat kita dalam membangun negara ini yang jelas tercantum dalam Sila Pancasila yang ke-3 “Persatuan Indonesia” dan saat ini ketika sikap gotong royong mulai luntur, terlihat bagaimana mulai rusakknya negeri ini, mulai dari bagian atas (pemerintah) hingga ke bawah (masyarakat) memang tidak seluruhnya, hanya saja ketika hal ini tidak menjadi perhatian kita, sudah terbayang apa yang terjadi.
            Dari referensi di atas, semoga meningkatkan dan menyadarkan kita untuk terus menjaga budaya kita, budaya gotong royong.

Salam Budaya Merdeka

Wednesday, 9 October 2013

Nias di tengah Budaya Baru


Sumber : Dokumentasi Pribadi
YAAHOWU

Kali ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya saat berkunjung ke Pulau Nias beberapa bulan yang lalu, entah apa yang membuat saya kagum pada budaya yang satu ini. Karena memang baru pertama kali saya berkunjung ke Teluk Dalam, walau saya sudah beberapa kali berkunjung ke Nias dan berkesempatan melihat icon serta mengenal Nias ini lebih jauh.

Ketika tiba di Nias saya tertegun sejenak melihat kaum muda yang dengan semangat mengisi setiap acara dengan tarian, musik, dan lagu daerah khas Nias. Dengan begitu semangat mereka menampilkan dan memamerkan budaya mereka kepada rombongan kami. Pada saat itu saya benar-benar kagum pada semangat teman-teman generasi muda Nias.

sumber : Dokumentasi Pribadi
Keindahan Budaya di Indonesia memang sudah tak diragukan lagi jumlah dan keindahannya, negara ini begitu kaya akan adat, budaya, bahasa dan ke anekaragaman seninya. Hal ini yang seharusnya membuat bangga kita sebagai warga terutama generasi muda bangsa ini.

Akhir-akhir ini begitu banyak rekan-rekan generasi muda yang mulai enggan bahkan malu dengan budaya asli Indonesia, mereka begitu menggilai, dan memuji budaya dari luar negri, mulai tari, musik dan lain-lain. Salahkah? Tak ada yang salah, hanya saja akan rasanya akan menjadi timpang, ketika kita harus menanggalkan budaya kita sendiri yang di akui masyarakat dunia. Saya menjadi teringat beberapa bulan atau tahun yang lalu, saat beberapa kebudaan asli kita akan di rebut oleh negara tetangga, begitu banyak cercaan, kritikan pedas terhadap pemerintah kita, bahkan ada beberapa kelompok yang menyatakan siap perang untuk hal ini. marah memang, ketika melihat hal sperti ini, tapi apakah hal ini tidak menjadi lucu? Sedangkan kita sendiri tidak menjaga, melestarikan budaya sendiri. Lalu untuk apa di pertahankan? Ketika para generasi muda sudah mulai menggandrungi budaya luar, budaya baru dari luar, lalu siapa lagi yang akan melestarikan budaya kita ini? Orang luarkah?
Sumber : Dokumentasi Pribadi
Nah, kembali ke Tano Niha (Tanah Nias), di sana para pemuda pemudi begitu antusias melestarikan budayanya, dan ketika kami bertanya kepada beberapa tokoh disana, mereka mengatakan bahwa generasi muda di sana Telaten dalam belajar melestarikan budaya mereka. Mereka secara turun temurun tetap mempertahankan budaya mereka di tengah ancaman budaya baru yang kian merasuki kaum muda. Namun, bagi mereka itu bukanlah suatu ancaman, melainkan pelajaran baru dalam mengembangkan budaya mereka yang telah ada. Mereka tidak terpatok juga dengan adat budaya mereka, mereka juga mencintai budaya baru, hanya saja mereka tidak melupakan budaya mereka, dan terus mempertahankannya. Inilah yang menjadi poin penting bagi kita generasi penerus bangsa ini. Karna menurut saya dengan pengaplikasian budaya sendiri dengan budaya baru akan menciptakan sesuatu yang luar biasa nilainya.

Semoga rekan-rekan di Nias dapat terus mempertahankan Budayanya ditengah gejolak budaya baru, dan semoga hal ini menjadi bahan refleksi bagi kita, bagaimana kita menyikapi keadaan yang seperti sekarang ini, budaya kita bukanlah budaya yang “murahan” melainkan budaya yang tak ternilai harganya. Mari kita jaga budaya kita, mulai dari budaya sendiri. Karna dengan kita memaknai budaya sendiri, kita akan bisa “menjajal” arti sebuah kemerdekaan.

Semoga artikel ini bermanfaat dan memotivasi kita generasi muda.

Salam Budaya Merdeka!

Sunday, 21 July 2013

Masyarakat dan Kenyataannya


Sejak zaman penjajahan hingga akhirnya bangsa indonesia merdeka telah menunjukkan betapa kuatnya persatuan rakyat Indonesia, inisiatif untuk merdeka dan bersatu bersama lalu rasa sosial kekeluargaan yang besar menjadi kunci penting perjuangan rakyat Indonesia saat itu. Bahkan hingga pasca proklamasi, rakyat masih bisa bersatu ambil andil dalam berbagai hal, seperti ekonomi, sosial dan dalam upaya menstabilkan bidang ekonomi, politik, keamanan Negara Indonesia yang baru. Hingga pada akhir orde baru.
Saat ini, kita dapat melihat begitu rumitnya hubungan sosial, budaya dan berbagai macam hal lainnya antar masyarakat saat ini. Masyarakat saat ini telah dibungkam oleh perkembangan kemajuan teknologi dan kenyamanan hidup, sehingga masyarakat sekarang terkesan "autis", terutama masyarakat perkotaan. Kondisi masyarakat sekarang begitu membuat miris, kepedulian kepada sesamanya dan rasa tenggang seakan sirna, keegoisan hidup telah menggerogoti hati masyarakat saat ini. Berbeda jauh dibandingkan dengan kekompakan masyarakat pada era dulu, yang selalu berjuang untuk merdeka, untuk hidup kedepan yang lebih baik secara bersam-sama.
Kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan perannya saat ini menjadi kendala yang menghambat perkembangan masyarakat untuk bersama membangun masyarakat yang lebih baik. Saat ini masyarakat berkesan nrimo atau menerima apa saja yang sudah menjadi alur walaupun hal itu akan mempersulit masyarakat itu sendiri. Kebanyakan masyarakat saat ini hanya diam dan berkomentar di rumah sendiri tanpa berani menyuarakan apa yang ingin mereka suarakan karena ketakutan dan ketidaktahuan masyarakat, sikap malas dan kebiasaan hidup manja, hanya saja menurut saya hal itu berasal dari ketidak tahuan cara dan ketidak mampuan masyarakat dalam menyuarakan aspirasinya, hal ini berpusat pada pasrahnya masyarakat karena ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah saat ini. Bahkan hingga saat ini belum ada gejolak nyata dari masyarakat dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan di negara ini kecuali mahasiswa dan kaum buruh serta organisasi masyarakat lain, itupun hanya sebagian kecil dari jumlah masyarakat yang ada saat ini.
Hal tersebut jelas-jelas berlawanan dengan dasar negara ini yang menyatakan bahwa rakyatlah yang memegang kuasa tertinggi di negara ini. Keterbatasan pengetahuan dan ketidakpedulian masyarakat yang membuat negara ini semakin tidak stabil dan seakan timpang kepada kaum yang bisa dikatakan kaya. Ketidak stabilan inilah yang menyebabkan berbagai macam konflik yang ada di tengah masyarakat, baik atas nama organisasi sosial bahkan agama. Mayarakat kembali menjadi tumbal masyarakat lainnya karena ketimpangan ini. Ketidak mampuan pemerintah juga mengambil andil terjadinya hal ini, hingga sekarang negara ini berada di ambang kehancuran.
Lalu, saat ini yang paling penting adalah peran kaum inteleklah yang harus berusaha mengubah pola pikir masyarakat yang seperti ini, bukan bermain tebak-tebakan, dalam artian mengira-ngira apa yang diingankan masyarakat tanpa mencari tau terlebih dahulu apa yang diinginkan masyarakat dan di perlukan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat sepertinya sangat di perlukan dalam kondisi masyarakat kekinian, agar pencerdasan masyarakat guna menstabilkan negara ini dapat terlaksana, peran penting dari berbagai pihak terutama kaum intelek menjadi suatu anugrah yang sangat di perlukan saat ini, ketika masyarakat berubah menjadi masyarakat yang cerdas maka tak akan ada lagi konflik. Sebagai contoh pemberdayaan masyarakat dalam bidang pertanian tradisional namun menggunakan cara yang modern guna meningkatkan ekonomi masyarakat dapat mengurangi tindakan radikalisme yang ada saat ini akibat ketidak puasan masyarakat.
Maka marilah kita terkhusus mahasiswa mulai mencoba berbenah diri di tengah kegalauan masyarakat dan negara ini, mencari solusi bersama bukan menambah polusi, dan bukan lagi agama atau hal lain yang menjadi tumbal.

Salam.


Wednesday, 19 June 2013

Penggunaan Dana Bos



Ini adalah info tentang Rambu-rambu Penggunaa dana bos yang saya dapat beberapa waktu lalu ketika saya besama teman-teman mengadakan diskusi mengenai penggunaan dana bos yang sampai saat ini banyak dari wali murid sama sekali tidak mengerti mengenai penggunaan dana bos yang sebenarnya sangat membantu para orang tua terutama para orang tua yang sedang menyekolahkannya pada jenjang pendidikan.
silahkan baca dan semoga bermanfaat.

BTKP(5/10). Merujuk dari  petunjuk teknis  penggunaan dana BOS, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No. 15  tahun 2012, bahwa pihak sekolah harus memperhatikan rambu-rambu  dalam penggunaan dana BOS antara lain;   didasarkan pada kesepakatan dan keputusan bersama antara tim manajemen BOS sekolah, dan dewan guru maupun komite sekolah. Hasil kesepakatan  tersebut harus dituangkan secara tertulis dalam bentuk berita acara rapat dan ditanda tanggani oleh seluruh peserta rapat. Dan  dana BOS yang diterima oleh sekolah dapat digunakan untuk membiayai komponen kegitan-kegiatan sebagai berikut.
 


NO
Komponen
Pembiayaan
Item
Pembiayaan
Penjelasan
1
Pembelian/Pengadaan Buku Text Pembelajaran
  • Mengganti yang rusak
  • Menambah kekurangan untuk memenuhi rasio satu siswa satu buku
Perhatikan Peraturan Mendiknas No 2 Tahun 2008 tentang buku
2
Kegiatan dalam rangka penerimaan siswa baru
  • Biaya pendaftaran
  • Penggandaan formulir
  • Administrasi pendaftaran
  • Pendaftaran ulang
  • Pembuatan sepanduk sekolah bebas pungutan
Termasuk untuk  foto copy, konsumsi panitia, dan uang lembur dalam rangkat penerimaan siswa baru
3
Kegiatan Pembelajaran dan extra kurikuler siswa
  • PAKEM (SD)
  • Pembelajaran kontekstual (SMP)
  • Pengembangan pendidikan karakter
  • Pembelajaran remedial
  • Pembelajaran pengayaan
  • Pemantapan persiapan ujian
  • Olahraga, Kesenian, Karia Ilmiah Remaja, Pramuka, Palang merah remaja
  • Usaha kesehatan sekolah(UKS)
Termasuk untuk honor jam mengajar tambahan di luar jam pelajaran dan biaya transfortasi(termasuk di SMP Terbuka), biaya transfortasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba, fotocopy, membeli alat olahraga , alat kesenian dan biaya pendaftaran mengikuti lomba
4
Kegiatan Ulangan dan Ujian
  • Ulangan harian,
  • Ulangan umum
  • Ujian sekolah
Termasuk untuk fotocopy, pengadaan soal, honor koreksi ujian dan honor guru dalam rangka penyusunan rapor siswa
5
Pembelian bahan-bahan habis pakai
  • Buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol, kertas, bahan praktikum, buku induk siswa, buku inventaris
  • Langganan Koran, majalah pendidikan, majalah ilmiah, majalah sastra
  • Minuman dan makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah
  • Pengadaan suku cadang alat kantor

6
Langganan daya dan jasa
  • Listrik, air, dan telepon, internet (fixed/mobile modem) baik dengan cara berlangganan maupun prabayar
  • Pembiayaan penggunaan internet termasuk untuk pemasangan baru
  • Membeli genset atau jenis lainnya yang lebih cocok di daerah tertentu misalnya panel surya, jika di sekolah yang tidak ada jaringan listrik
Penggunaan Internet dengan mobile modem dapat dilakukan untuk maksimal pembelian voucher sebesar Rp.250.000 per bulan
7
Perawatan sekolah
  • Pengecatan , perbaikan atap bocor, perbaikan pintu dan jendela
  • Pebaikan mebeler, perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi dan WC) , perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya
Kamar mandi dan WC. Siswa harus dijamin berfungsi dengan baik.Jika dalam keadaan mendesak dan tidak ada sumber dana lainnya, dana BOS dapat digunakan untuk pembelian meja dan kursi siswa jika meja dan kursi yang ada sudah rusak berat.
8
Pembayaran honorarium bulanan guru honorer dan tenaga kependidikan honorer.
  • Guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM)
  • Pegawa administrasi  (termasuk administrasi BOS untuk SD)
  • Pegawai perpustakaan
  • Penjaga Sekolah
  • Satpam
  • Pegawai kebersihan
Sekolah negeri boleh menggunakan tidak lebih dari 20% dana BOS yang diterima untuk komponen Pembiayaan ini.
9
Pengembangan profesi guru
  • KKG/MGMP dan KKKS/MKKS.
Kusus untuk sekolah yang memperoleh hibah/block grant pengembangan KKG/MGMP atau sejenisnya pada tahun anggaran yang sama hanya diperbolehkan menggunakan dana BOS untuk biaya transport kegiatan apabila tidak disediakan hibah/block grant tersebut.
10
Membantu siswa miskin
  • Pemberian tambahan bantuan biaya transporatasi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya transport dari dan kesekolah
  • Membeli alat transportasi sederhana bagi siswa miskin yang akan menjadi barang inventaris sekolah (misalnya sepeda, perahu penyebrangan, dll)
  • Membeli seragam, sepatu dan alat tulis bagi siswa penerima subsidi siswa miskin (SSM) sebanyak penerima SSM, baik dari pusat, Provinsi maupun kabupaten/kota di sekolah tersebut;

11
Pembiayaan pengelolaan BOS
  • Alat tulis kantor (ATK termasuk tinta printer, CD dan flash disk)
  • Penggandaan, surat-menyurat, insentif bagi bendahara dalam rangka penyusunan laporan BOS dan biaya transfortasi dalam rangka pengambilan dana BOS di Bank/PT Pos

12
Pembelian perangkat komputer
  • Desktop/work station
  • Printer atau printer plus scanner
Masing-masing maksimum 1 unit dalam satu tahun anggaran, Peralatan komputer tersebut harus ada di sekolah.
13
Biaya lainnya jika seluruh komponen 1 s.d 12 telah terpenuhi pendanaannya dari BOS
  • Mesin Ketik
  • Peralatan UKS
Tidak boleh menggunakan dana BOS untuk membeli alat peraga/media pembelajaran IPS, IPA dan Lab.Bahasa